Kamis, 17 Maret 2016

Nyongkolan tradisi Lombok

    Nyongkolan adalah sebuah tradisi turun-temurun yang di wariskan oleh nenek moyang suku sasak.  Nyongkolan merupakan upacara ada yang di lakukan ketika suku sasak hendak menikah.Nyonglan di lakukan dengan cara berjalan dari rumah mempelai pria menuju rumah mempelai wanita dengan membawa saudara,sanak,dan keluarga.Sebagai kunjungan  pertama keluarga mempelai pria ke rumah mempelai wanita,dan untuk memperkenalkan kedua mempelai kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, karena faktor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, tetapi biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah mempelai wanita.

Dalam upacara adat nyongkolan,perjalanan dari rumah mempelai pria menuju rumah mempelai wanita akan diiringi oleh musik gamelan khas suku sasak,yang biasa di sebut gendang beleq.
Gendang Beleq adalah alat musik yang dimainkan secara berkelompok membentuk orkestra.[3] Orkestra Gendang Beleq terdiri dari dua Gendang Beleq yang disebut mama (laki-laki) dan gendang nina(perempuan) yang berfungsi sebagai pembawa dinamika.[3] Juga terdiri atas sebuah Gendang Kodeq (gendang kecil), perembak belek dan perembak kodeq sebagai alat ritmis,gong dan dua buah reog, yakni reog nina dan reog mama sebagai pembawa melodi.[3] Pemain Gendang Beleq memainkan Gendang Beleq sambil menari.[3] Pemain Gendang beleq terdiri dari 13 sampai 17 orang.[1] Jumlah tersebut menunjukan jumlah rakaat dalam shalat (ibadah umat Islam).[1]
Sampai sekarang nyongkolan masih banyak di lakukan di lombok,jadi jika anda ingin melihat nyongkolan sesekali berkunjunglah ke lombok,tapi jika anda menemukan nyongkolan saat perjalanan antar kota anda harus sabar jika terjadi macet di jalan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar